Jenis-Jenis Epilepsi Yang Perlu Anda Ketahui !!

By | January 6, 2017

Jenis-Jenis Epilepsi Yang Perlu Anda Ketahui !!

Apa Itu Epilepsi ?…

Tahukah anda ? Epilepsi timbul ketika adanya gangguan koneksi antara sel-sel saraf di otak ( seperti gangguan dalam kabel dari rangkaian listrik yang kompleks).

Ketika terjadinya ketidakseimbangan kimia alami atau neurotransmitter antara sel-sel saraf, atau ketika ada perubahan dalam membran sel saraf, termasuk protein yang disebut saluran ion yang mengubah sensitivitas normal mereka, pada kondisi tersebut timbul reaksi kejang.

Epilepsi dapat diderita oleh anak-anak hingga dewasa.

  • Kejang adalah gangguan sementara dalam fungsi otak, di mana terjadi kelainan kinerja pada sel saraf atau kelebihan beban sinyal pada otak sehingga menghasilkan impuls listrik yang bekerja pada sel-sel saraf lainnya, seperti : otot, atau kelenjar untuk menciptakan kesadaran, pikiran, sensasi, tindakan, dan pengendalian fungsi tubuh internal.
  • Selama kejang, gangguan aktivitas sel saraf menghasilkan gejala yang bervariasi tergantung pada bagian mana ( dan berapa banyak) dari otak dipengaruhi.
  • Kejang dapat menghasilkan perubahan dalam kesadaran atau sensasi, gerakan tak terkendali, atau perubahan lain dalam perilaku. Biasanya, kejang berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit.

Berikut ini beberapa kondisi umum orang yang mengalami serangan epilepsy atau kejang yaitu : kehilangan kesadaran, terjadi kekakuan otot dan tersentak hal ini berlangsung hingga beberapa menit, muntah, mengeluarkan air liur, mungkin menangis, jatuh ke tanah, kebingungan dan kelelahan sesudahnya.

Penyebab epilepsi secara umum adalah:

1. Kekurangan oksigen ( misalnya, saat melahirkan) .
2. Infeksi otak ( misalnya, meningitis, ensefalitis, cysticercosis, atau abses otak) .
3. Cedera otak traumatik atau cedera kepala.
4. Stroke ( yang dihasilkan dari blok atau pecahnya pembuluh darah di otak) .
5. Penyakit neurologis lainnya ( misalnya, penyakit Alzheimer) .
6. Tumor otak.
7. kadar abnormal zat-zat dalam tubuh seperti natrium atau gula darah.
8. Kelainan genetik tertentu.

Pemicu terjadinya serangan epilepsy sangat kompleks dan tergantung pada sensitifitas serta kondisi pasien, berikut pemicu secara umum:

1. tidak meminum obat sesuai jadwal dan dosis yang ditetapkan
2. saat emosi atau stress
3. terpapar cahaya
4. kadar gula darah tidak normal
5. meminum alkohol
6. kokain atau penggunaan narkoba lainnya, seperti ekstasi
7. kurang tidur
8. kurang makan
9. obat lain yang mengganggu kerja obat epilepsy, dll

Tes lab bagi pasien epilepsy meliputi :

Electroencephalogram ( EEG) dan scan otak seperti computed tomography ( CT-Scan) atau magnetic resonance imaging ( MRI) .

Diagnosa dan Keputusan tindakan medis epilepsi didasarkan pada hasil tes laboratorium ini.

Penangangan pasien secara medis :

1. Obat anti epilepsy ( OAE) .

Dalam penentuan jenis obat dan dosis ditentukan pada beberapa factor yang disesuaikan dengan kondisi individu pasien seperti jenis epilepsi, frekuensi dan keparahan dari kejang, usia, dan kondisi kesehatan yang terkait.

Setelah memulai pengobatan, pemantauan ketat diperlukan untuk sementara untuk menilai efektivitas obat serta efek samping yang mungkin timbul. Pada awal pengobatan, penyesuaian dosis seringkali diperlukan. Kadang-kadang, karena kejang lanjutan atau efek samping yang signifikan, perlu untuk mengubah obat yang berbeda.

Selama sekitar dua-pertiga dari orang-orang dengan epilepsi yang menerima pengobatan yang optimal, obat yang berhasil sepenuhnya mengendalikan kejang. Untuk sisanya, meskipun obat dapat memiliki manfaat parsial, beberapa kejang terus terjadi dan untuk beberapa orang, pilihan pengobatan lain dapat dipertimbangkan.

Tindakan Bedah/ Operasi.

Pada kondisi epilepsi tertentu, terutama ketika telah ditemukan posisi penyebab dari kejang yang konsisten pada jaringan otak tersebut ” fokus kejang ” , operasi untuk mengangkat fokus mungkin efektif dalam menghentikan kejang masa depan atau membuat mereka lebih mudah untuk kontrol dengan obat-obatan. Operasi epilepsi yang paling sering dilakukan ketika fokus kejang terletak di lobus temporal otak.

Aspek kritis yang membahayakan bagi pasien epilepsy :

• Terkadang epilepsi dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih serius seperti stroke atau tumor yang membawa peningkatan risiko kematian.

• Penderita yang mengalami jenis epilepsi yang mengalami kejang secara terus menerus dapat mengalami cedera seperti jatuh, tenggelam atau melukai kepala mereka yang kadang-kadang dapat mengancam jiwa si penderita atau juga oranglain.

• Kejang dengan waktu yang lama atau kejang dalam wangktu singkat ( status epileptikus) yang juga dapat mengancam jiwa. Status epileptikus kadang-kadang dapat terjadi diakibatkan oleh obat kejang dihentikan secara tiba-tiba.

• Jarang sekali terjadi penderita epilepsi dapat mengalami kematian mendadak. hal tersebut dapat terjadi karena gangguan irama jantung selama kejang.

Terapi Holistik dalam pengobatan Epilepsy

Abu Albani Centre, sebagai pusat pengobatan yang memadukan metode pengobatan yaitu Kedokteran Barat, Kedokteran Timur dan Thibbun nabawi sejak tahun 2004 berpengalaman dalam menangani penyakit yang disebabkan oleh kelainan system syaraf otak seperti Autis, OCD, ADHD, Kejiwaan/ Skizofrenia, epilepsy dan lainnya.

Dengan metode terapi secara holistic dan diagnosa-analisa yang tepat, Dengan Izin Allah kami telah berhasil membantu proses kesembuhan pasien khususnya penyakit epilepsy dengan metode yang akan kami bahas dibawah ini.

Tindakan terapi holistic-sistematik merupakan sebuah tindakan terapi yang terstruktur dalam penanganan pasien Epilepsi, khususnya ketika tindakan terapi yang terfokus pada perbaikan fungsi jaringan-syaraf otak, hal ini membutuhkan ketelitian dan kecermatan tingkat tinggi dalam setiap penentuan tindakan terapi.

Fokus tindakan terapi holistic

1. Perbaikan syaraf otak.
2. Meningkatkan Imunitas
3. Memperbaiki Metabolisme Tubuh
4. Memperbaiki fungsi organ tubuh
5. Membentuk mental dan psikologi

Tindakan terapi holistic-sistematis

Abu Albani Centre dalam penanganan epilepsy memadukan pengobatan medis dan holistic, oleh karena itu dalam penangan terapi ini pasien tetap mengkonsumsi obat Obat anti epilepsy ( OAE) yang diawasi secara ketat oleh tim medis, kemudian didampingi dengan terapi-terapi yang menunjang dalam proses penyembuhan penyakitnya seperti sebagai berikut :

1. Akupunktur bermanfaat dalam menstimulasi-memperbaiki saraf Otak melalui titik meridian otak, berfungsi sebagai anestesi alami, membantu relasasi saraf otak, membangun metabolism dan perbaikan fungsi organ tubuh

2. Bekam atau hijamah-atau cupping blood berfungsi mengeluarkan sel darah yang rusak atau mengeluarkan toksin yang mungkin ada dalam darah, mencegah penggumpalan darah, memperbaiki organ tubuh dan bekam pada titik kepala dapat memperbaiki fungsi jaringan syaraf otak.

3. Herbalogi adalah terapi herbal terstandar, herbal ini bermanfaat dalam pendampingan-penyembuhan dengan fokus efektifitas herbal : herbal memperbaiki dan nutrisi untuk saraf otak

4. Ruqyah syariah atau Qur’ an Healing adalah metode terapi mendengarkan Ayat suci Al Qur’ an yang berfungsi stimulasi otak secara simultan, secara medis dapat dibuktikan bahwa Ruqyah dapat merangsang jaringan syaraf diseluruh tubuh hingga ke otak.

Dan juga Ruqyah juga dapat membantu pasien dalam memperkuat mental dan psikologisnya, sehingga pasien menjadi dpat mudah mengontrol emosinya.

Tindakan terapi setiap pasien epilepsy berbeda hal ini tergantung banyak faktor seperti usia, type epilepsy, ciri khas serangan dan lain-lain.

Secara spesifik kami telah menyusun program terapi menjadi 3 kategori.

1. Epilepsy Akut, pasien harus menjalani tindakan terapi rawat inap dengan focus terapi : untuk diagnose-analisa tipikal epilepsinya, pencegahan serangan kejang berulang yang berpotensi membahayakan jiwa, memperkuat stamina dll.
2. Epilepsy menengah, focus terapi pada mengurangi-pencegahan serangan epilepsy dan dianjurkan melakukan terapi 2-3 kali setiap minggunya.
3. Epilepsy ringan, pasien yang mengalami serangan epilepsy ringan seperti intensitas atau durasi/ jarang sekali terjadi. Dapat perbaikan syaraf otak
4. melakukan tindakan terapi min 1-2 kali perminggunya.

Dalam proses penanganan terapi epilepsy selain sangat bergantung pada tindakan terapi yang tepat dan sistematis, tetapi dibutuhkan terapi yang simultan dan berkelanjutan secara medis tindakan pengobatan epilepsy membutuhkan waktu pada fase awal 6 bulan dan berkelanjutan hingga 2 tahun.

Tetapi tentu berbeda jika tindakannya dikombinasikan dengan terapi holistic-sistematis, beberapa pasien yang kami tangani umumnya mengalami peningkatan yang signifikan pada fase awal pengobatan. tetapi bagaimanapun tindakan terapi yang dilakukan semua tidak mungkin berhasil tanpa support penuh dari keluarga.

Pastikan keluarga ada ditangani oleh ahlinya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda penderita epilepsi

Posted by : Obat Epilepsi Pada Orang Dewasa